Loading...
QURBAN

Apa Saja Ketentuan Berqurban?

25 June 2021

Pada Hari Raya Idul Adha, diperingati sebuah peristiwa dimana Nabi Ibrahim bersedia untuk mengorbankan Nabi Ismail untuk Allah SWT. Melihat pengorbanan Nabi Ibrahim, Allah SWT kemudian mengganti anaknya tersebut dengan seekor domba sesaat penyembelihan itu akan dilakukan.

Qurban merupakan kata serapan dari Bahasa Arab “Qariba” yang artinya dekat atau mendekatkan. Perintah melaksanakan qurban bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, dengan mengerjakan sebagian perintah-Nya.

Qurban merupakan salah satu syariat dalam agama Islam. Pelaksanaannya pun sudah diatur dalam Al-Qur'an salah satunya adalah surat Al-Kautsar ayat 2: "Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah."

Lantas apa saja yang perlu diperhatikan agar pelaksanaan qurban sah & diterima oleh Allah SWT? Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum melaksanakan qurban.

Ketentuan Qurban

1. Hewan yang sah digunakan untuk berqurban ;

  • Domba, sudah berumur 1 tahun dan masuk tahun yang ke 2. 
  • Kambing, sudah berumur 2 tahun dan masuk tahun yang ke 3. 
  • Sapi, sudah berumur 2 tahun dan masuk tahun yang ke 3.
  • Unta, sudah berumur 5 tahun dan masuk tahun yang ke 6.

2. Kondisi hewan yang tidak sah untuk qurban

  • Hewan yang buta salah satu matanya 
  • Hewan yang pincang salah satu kakinya, walaupun pincangnya itu terjadi ketika akan disembelih, yaitu ketika dirubuhkan dan ia bergerak dengan sangat kuat. 
  • Hewan yang sakit Seperti sakit yang tampak jelas yang menyebabkan kurus dan dagingnya rusak. 
  • Hewan yang sangat kurus hingga menyebabkan hilang akalnya. 
  • Hewan yang terputus sebagian atau seluruh telinganya. 
  • Hewan yang terputus sebagian atau seluruh ekornya. 

Sedangkan hewan yang pecah atau patah tanduknya  itu sah digunakan berqurban, begitu pula hewan yang tidak memiliki tanduk.

3. Waktu Penyembelihan Hewan Qurban
Waktu sunnah : Tanggal 10 Dzulhijah setelah sholat idul adha
Waktu diperbolehkan : Tanggal 11, 12, 13 Dzulhijjah (hari tasyrik)
Selain kedua waktu itu, maka hukumnya adalah penyembelihan hewan biasa, bukan bernilai ibadah qurban.

4. Syarat orang yang menyembelih hewan Qurban
Syarat umum orang yang menyembelih qurban yaitu, harus beragama Islam, baligh (dewasa) dan berakal sehat. Menyembelih hewan qurban harus orang yang terbiasa (memiliki kemampuan/keahlian menyembelih dengan cepat dan cekatan).

5. Rukun Qurban

  • Pekerjaan menyembelih qurban (dzabbu)
  • Penyembelih hewan qurban (dzabih)
  • Hewan yang akan disembelih
  • Alat untuk menyembelih qurban. Haruslah menggunakan pisau yang tajam agar hewan yang disembelih tidak merasa tersiksa.

6. Tata cara penyembelihan hewan qurban

  • Menggunakan pisau yang tajam, semakin tajam pisaunya, maka akan semakin baik. Hal ini telah didasarkan oleh hadist Syaddad Bin Aus ra, jika Nabi SAW berkata. ”Sesungguhnya Allah SWT mewajibkan melakukan ihsan dalam segala macam hal. Apabila kalian membunuh, maka bunuhlah secara ihsan, dan jika kalian menyembelih, maka sembelihlah secara ihsan. Hendaknya kalian mempertajam pisau dan menyenangkan sembelihnya.” (HR. Muslim)
  • Baiknya tidak mengasah pisau yang akan digunakan untuk menyembelih dihadapan hewan yang akan disembelih. Hal ini dapat membuat hewan yang akan disembelih itu takut sebelum disembelih, hal ini didasarkan pada hadist Ibnu Umar ra yang mengatakan “Rasulullah SAW memerintahkan agar mengasah pisau tanpa memperlihatkan kepada hewan.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah)
  • Menghadapkan hewan ke kiblat.
  • Membaringkan hewan qurban diatas lambung sisi kiri.
  • Menginjakan kaki pada bagian leher hewan.
  • Membaca Basmalah hendak akan menyembelih.
  • Membaca takbir
  • Menyebutkan nama orang yang akan menjadi tujuan hewan qurban tersebut.
  • Menyembelih dengan cepat supaya meringankan apa yang sedang dialami hewan.
  • Memastikan pada bagian kerongkongan, tenggorokan, atau dua urat leher itu telah terpotong dengan pasti.
  • Dilarang mematahkan leher sebelum hewan tersebut benar-benar mati.

7. Syarat dalam pekerjaan menyembelih adalah memotong jalan nafas (hulqum) dan jalan makanan (mari'). Hal ini apabila hewannya maqdur (mampu disembelih dan dikendalikan).

Apabila hewan qurban tidak dapat dikendalikan dan sulit disembelih pada lehernya, dapat disembelih dengan cara melukai bagian tubuh yang dapat mematikanya menggunakan alat selain yang terbuat dari tulang. Hal ini didasarkan pada hadist sabda Rasulullah SAW,
“Selama mengalirkan darah dan telah disebut nama Allah maka makanlah. Asal tidak menggunakan gigi dan kuku. (HR. Al Bukhari & Muslim)

8. Sunah-sunah menyembelih hewan qurban :

  • Memotong wadajain (dua otot yang ada disamping kanan dan kiri) 
  • Menggunakan alat penyembelih yang tajam 
  • Membaca bismillah 
  • Membaca shalawat dan salam pada Nabi Muhammad. Karena menyembelih itu adalah tempat disyari'atkan untuk ingat pada Allah, maka juga disyari'atkan ingat pada Nabi.

9. Ketentuan Pembagian Daging Qurban

  • Shohibul qurban hanya berhak memperoleh 1/3 bagian. Hal ini didasarkan pada riwayat Aisyah, bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Simpanlah sepertiga daging (kurban) itu, dan sedekahkanlah yang lainnya” (H.R. Abu Daud).
  • 1/3 untuk tetangga sekitar terutama jika mereka tidak mampu berkurban (Pendapat dari Ulama Yusuf Qardhawi)
  • 1/3 untuk fakir miskin (Pendapat dari Ulama Yusuf Qardhawi)

Hukum Membagikan Qurban Dalam Bentuk Olahan

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa Nomor 37 Tahun 2019, yang menyatakan, hukum membagikan daging kurban dalam bentuk olahan dan diawetkan adalah boleh (mubah). Dasarnya adalah pertimbangan kemaslahatan dengan ketentuan sebagai berikut didistribusikan secara tunda untuk lebih memperluas nilai maslahat daging kurban. Dikelola dengan cara diolah dan diawetkan, seperti dikalengkan dan diolah dalam bentuk abon, kornet, rendang, atau sejenisnya. Didistribusikan ke daerah di luar lokasi penyembelihan.

Jika ketentuan-ketentuan sudah terpenuhi, maka bisa melakukan qurban. Nantinya qurban akan dinyatakan sah menurut syariat islam, namun jika ada salah satu ketentuan qurban yang tidak terpenuhi, maka qurban bisa jadi tidak akan sah dan tidak bisa dilakukan amalan qurban, sekalipun dilakukan di tanggal 10-13 dzulhijjah. Dalam berqurban kita benar-benar harus memperhatikan ketentuan-ketentuan dalam menyembelih hewan qurban. 


Sahabat, Solusi Zakat melalui program BHQ hadir untuk mempermudah umat muslim yang ingin berqurban. Hanya dengan menghubungi Lembaga Solusi Zakat, memilih hewan qurban, dan melakukan pembayaran, sahabat sudah melakukan ibadah qurban dan hewan qurban akan disembelih sesuai dengan syariat dan ketentuan-ketentuan yang ada. 

Selain itu, harga hewan qurban juga sangat terjangkau. 
Cukup Rp 2.600.0000 sahabat telah berbagi qurban sapi kolektif, dan dapatkan 10 pcs Abon Qurban. Sedangkan harga kambing qurban hanya Rp 1.950.000.

Jadi tunggu apalagi, yukk qurban sekarang!! Klik di sini

Artikel Terkait