Loading...
QURBAN

Apa Hukumnya Qurban?

11 June 2021

Berqurban adalah menyembelih hewan qurban yang dilaksakan pada hari raya Idul Adha. Menurut syariat, qurban merupakan bentuk dari rasa syukur umat Islam kepada Allah SWT atas karunia serta nikmat yang sudah diberikan.

Banyak ulama berpendapat bahwa menyembelih hewan qurban lebih utama, dibandingkan infaq maupun sedekah yang senilai dengan hewan qurban tersebut, atau bahkan nilai yang lebih besar daripada harga hewan qurban.

Perintah berqurban turun langsung dari firman Allah SWT dalam Al-Qur'an :

“Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berqurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah.” (QS. Al-Kautsar: 2).

“Daging (hewan qurban) dan darahnya itu, memang tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepadanya adalah ketakwaanmu. Demikianlah Dia menundukkannya untukmu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Hajj:34)

Berqurban merupakan salah satu amalan yang paling disenangi Allah SWT. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadist, bahwa ridha Allah SWT telah turun untuk umatnya yang berqurban, bahkan sebelum tetesan darah hewan yang disembelih jatuh ke bumi. Selain itu, hadist lain menyebutkan bahwa umat muslim akan mendapatkan kebaikan sebanyak bulu hewan yang dijadikan qurban dan diampuni dosanya.

Hukum Qurban Menurut Syariat

Menurut syariat Islam, hukum qurban adalah sunnah muakad, yaitu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dan diutamakan, bahkan mendekati wajib bagi yang mampu.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, dari Nabi SAW, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa mendapatkan kelapangan tetapi tidak berqurban, maka janganlah dia mendekati tempat shalat kami.” (HR Ahmad dan Ibn Majah).

Dari ayat diatas, menerangkan bahwa orang yang mampu namun tidak melaksanakan ibadah qurban tidak diperkenankan untuk mendekati rumah Allah SWT.

Hukum Qurban Kolektif (Patungan)

Pahala bagi orang yang berqurban sangatlah istimewa, namun bagaimana jika seseorang tidak mempunyai harta yang cukup untuk berqurban, tetapi ia berkeinginan menunaikannya? Syariat Islam membolehkan berqurban secara kolektif, atau untuk beberapa orang, sehingga lebih banyak muslim dan muslimah berkesempatan memperoleh pahala ibadah ini.
 
Sahabat Jabir RA berkata, bahwasanya, "Nabi memerintahkan kepada kami berqurban seekor unta atau sapi untuk setiap 7 orang dari kami," (H.R. Bukhari dan Muslim).

Ditinjau dari hadist diatas, ketentuan qurban kolektif adalah hanya hewan unta, sapi, kerbau dan hanya diperkenankan untuk 7 orang. Sedangkan hewan kambing tidak diperbolehkan kolektif atau hanya untuk 1 orang saja.

Hukum Qurban bagi Orang Yang Sudah Bernazar

Orang yang sudah bernadzar untuk qurban maka hukumnya menjadi wajib untuk dilaksanakan, karena qurban sifatnya seperti hutang yang harus dibayar.
Dalam qurban nazar beberapa madzhab berpendapat bahwa :

  • Nazar qurban wajib membagikan semua daging hewan qurban dan yang berqurban tidak boleh memakan dagingnya, pendapat ini menurut madzhab syafi'i, Hanafi, dan sebagian madzah Hambali.
  • Jika hewan qurban nazar beranak maka anaknya juga ikut menjadi korban nazar. Hal ini sesuai dengan pendapat madzhab Syafi'i dan Hambali

Jadi itu adalah beberapa hukum dari qurban. Apabila sahabat memiliki kelonggaran rezeki maka jangan ragu untuk berqurban.


Solusi Zakat melalui program BHQ kini hadir untuk memfasilitasi sahabat muslim yang ingin berqurban. Selain nggak ribet dan tetap sesuai syariat, harga hewan qurban di solusi zakat juga sangat terjangkau.

Cukup Rp 2.600.0000 sahabat telah berbagi qurban sapi kolektif, dan dapatkan 10 pcs Abon Qurban. Sedangkan harga kambing qurban hanya Rp 1.950.000.

Jadi tunggu apalagi, yukk qurban sekarang!! Klik di Sini

Artikel Terkait