Puasa Ramadhan Bulan Pembakaran Dosa



27 Februari 2019


Puasa Ramadhan Bulan Pembakaran Dosa - “Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (Q.S. Al-Baqarah / 2 : 185).

 

Ibnu Katsir menguraikan, Allah Subhanahu Wa Ta’ala memuji bulan Ramadhan di antara bulan-bulan lainnya.

 

Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah memilihnya di antara semua bulan sebagai bulan yang padanya diturunkan Al-Quran yang agung.“Ramadhan” berasal dari kata : رَمَضَ – يتَرَْمُضُ – رَمَضَانَ Artinya : panas membakar. Panas membakar bisa berasal dari sinar matahari. Sejarahnya, orang-orang Arab dahulu ketika memindahkan nama-nama bulan dari bahasa lama ke bahasa Arab, mereka namakan bulan-bulan itu menurut masa yang dilaluinya.

 

Datangnya bulan Ramadhan masa itu bertepatan dengan masa panas akibat sengatan terik matahari. Apalagi bagi pejalan kaki di atas padang pasir. Maka dinamakan bulan Ramadhan.

 

Ramadhan bermakna panas membakar juga didasarkan karena perut orang-orang yang berpuasa tengah terbakar pada bulan itu akibat menahan makan dan minum seharian. Panas membakar bulan Ramadhan bisa juga berarti karena bulan Ramadhan memberikan energi untuk membakar dosa-dosa yang dilakukan manusia.

 

Oleh karena itu, pada bulan Ramadhan yang mulia ini umat Islam dibakar, ditempa, serta digembleng dengan berbagai amaliyah Ramadhan, agar hawa nafsu tertundukkan dan lumuran dosa-dosanya terkikis habis. Hingga seusai Ramadhan tercapailah derajat taqwa di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Amin.

 

 

Sumber: Ali Farkhan Tsani,S.Pd.I. (Penulis Pengasuh Rubrik Selamat Datang Ramadhan)